Daftar Isi
- Mengapa Orang Dewasa Masih Membutuhkan Vaksin?
- Saya Sudah Lengkap Imunisasi Saat Kecil. Apakah Masih Perlu Vaksin?
- Vaksin Apa Saja yang Bisa Dibutuhkan Orang Dewasa?
- Vaksin Influenza untuk Dewasa
- Vaksin Hepatitis A dan Hepatitis B
- Vaksin HPV untuk Remaja dan Dewasa
- Vaksin Herpes Zoster untuk Usia Lebih Tua
- Bagaimana dengan Vaksin RSV?
- Tidak Ingat Riwayat Imunisasi? Harus Bagaimana?
- Apakah Vaksin Dewasa Hanya untuk Orang yang Sakit?
- Siapa yang Sebaiknya Mulai Mengecek Kebutuhan Vaksinnya?
- Vaksin Dewasa untuk Perjalanan
- Apakah Beberapa Vaksin Bisa Diberikan Bersamaan?
- Jadwal Vaksin Terlambat. Apakah Harus Mengulang dari Awal?
- Apa yang Perlu Dibawa Saat Konsultasi Vaksin Dewasa?
- Apakah Vaksin Dewasa Aman?
- Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Vaksin?
- FAQ Seputar Vaksin Dewasa
- Apakah orang dewasa masih perlu vaksin?
- Saya sudah lengkap vaksin saat kecil. Apakah masih perlu vaksin saat dewasa?
- Vaksin apa saja yang dibutuhkan orang dewasa?
- Bagaimana kalau saya tidak ingat vaksin apa yang pernah diterima?
- Kalau jadwal vaksin terlambat, apakah harus mulai dari dosis pertama lagi?
- Apakah orang dewasa yang sehat tetap membutuhkan vaksin?
- Apakah vaksin dewasa hanya untuk lansia?
- Apakah beberapa vaksin bisa diberikan pada hari yang sama?
- Vaksin Dewasa di Solo: Mulai dengan Mengecek Kebutuhan Anda
- Catatan Medis
Ditinjau oleh: dr. Hana Kristina
Dokter Umum Klinik Cahaya Mitra Solo
Diperbarui: September 2026
Saat mendengar kata imunisasi, banyak orang langsung teringat pada bayi dan anak-anak. Setelah dewasa, urusan vaksin sering dianggap selesai.
Padahal, tidak selalu demikian.
Kebutuhan vaksin dapat terus berlanjut hingga usia dewasa bahkan lanjut usia. Jenis vaksin yang dibutuhkan pun bisa berbeda pada setiap orang, tergantung usia, riwayat imunisasi sebelumnya, kondisi kesehatan, pekerjaan, risiko paparan penyakit, hingga rencana perjalanan.
Ada vaksin yang diberikan untuk melanjutkan perlindungan yang sudah dibentuk sejak kecil. Ada pula vaksin yang baru direkomendasikan ketika seseorang memasuki usia tertentu atau memiliki faktor risiko tertentu. Inilah yang dikenal sebagai pendekatan imunisasi sepanjang kehidupan atau life-course immunization. WHO menekankan pentingnya vaksinasi pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Di Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2026 juga menetapkan imunisasi rutin berdasarkan siklus hidup, yang mencakup bayi, anak, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Jadi, pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan lagi “Apakah orang dewasa masih perlu vaksin?”, melainkan “Vaksin apa yang masih saya perlukan sesuai usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan aktivitas saya?”
Mengapa Orang Dewasa Masih Membutuhkan Vaksin?
Tubuh kita terus berubah seiring bertambahnya usia. Begitu pula dengan kondisi kesehatan, aktivitas, lingkungan, serta risiko terpapar penyakit.
Seseorang yang dulu jarang bepergian, misalnya, bisa saja sekarang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Ada yang mulai bekerja di lingkungan dengan risiko paparan penyakit lebih tinggi. Ada pula yang memasuki usia ketika risiko terhadap penyakit tertentu mulai meningkat.
Selain itu, tidak semua vaksin memberikan perlindungan yang sama sepanjang hidup. Beberapa jenis vaksin membutuhkan dosis lanjutan atau booster, sementara vaksin lainnya diberikan berdasarkan usia atau kondisi tertentu.
Karena itu, vaksinasi pada usia dewasa merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sepanjang kehidupan.
Saya Sudah Lengkap Imunisasi Saat Kecil. Apakah Masih Perlu Vaksin?
Bisa jadi masih perlu.
Mendapatkan imunisasi lengkap ketika kecil tentu merupakan awal yang sangat baik. Namun, bukan berarti semua kebutuhan vaksin otomatis selesai untuk seumur hidup.
Beberapa vaksin membutuhkan dosis tambahan atau booster sesuai rekomendasi. Selain itu, ada vaksin yang memang lebih relevan pada usia dewasa atau lanjut usia. Sebaliknya, sebagian orang juga tidak mengetahui secara pasti vaksin apa saja yang pernah diterimanya saat kecil.
Jika catatan imunisasi Anda tidak lengkap atau bahkan sudah tidak tersedia, tidak perlu langsung menganggap bahwa semua vaksin harus diulang. Riwayat vaksinasi dapat dievaluasi bersama tenaga kesehatan untuk menentukan vaksin mana yang masih diperlukan.
Vaksin Apa Saja yang Bisa Dibutuhkan Orang Dewasa?
Tidak ada satu daftar vaksin yang berlaku sama untuk semua orang dewasa. Beberapa vaksin yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Vaksin influenza
- Vaksin hepatitis A
- Vaksin hepatitis B
- Vaksin HPV
- Vaksin herpes zoster
- Vaksin RSV
- Vaksin tifoid
- Vaksin demam berdarah dengue atau DBD
- Vaksin untuk kebutuhan perjalanan
- Vaksin lainnya sesuai usia, kondisi kesehatan, risiko paparan, dan rekomendasi yang berlaku
Karena kebutuhan setiap orang berbeda, sebaiknya pemilihan vaksin tidak hanya berdasarkan daftar di internet atau pengalaman orang lain.
Vaksin Influenza untuk Dewasa
Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan. Namun pada kelompok tertentu, terutama orang dengan faktor risiko kesehatan atau usia lanjut, influenza dapat menyebabkan keluhan yang lebih berat dan komplikasi. Vaksin influenza merupakan salah satu vaksin yang dapat diberikan secara berkala sesuai rekomendasi yang berlaku.
Pertimbangannya bukan hanya usia, tetapi juga kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, risiko paparan, pekerjaan, dan faktor lainnya.
Baca juga: Vaksin Flu: Siapa Saja yang Perlu Menerimanya Setiap Tahun?
Vaksin Hepatitis A dan Hepatitis B
Hepatitis A dan hepatitis B sama-sama dapat memengaruhi kesehatan hati, meskipun cara penularan dan perjalanan penyakitnya berbeda. Pada orang dewasa tertentu, vaksin hepatitis A maupun hepatitis B dapat direkomendasikan berdasarkan riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, pekerjaan, perjalanan, serta faktor risiko lainnya.
Jika Anda tidak yakin pernah menerima vaksin hepatitis atau belum menyelesaikan dosisnya, riwayat vaksinasi dapat dikonsultasikan terlebih dahulu.
Baca juga: Vaksin Hepatitis A dan B di Solo: Perlindungan untuk Kesehatan Keluarga
Vaksin HPV untuk Remaja dan Dewasa
HPV atau human papillomavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker. Vaksin HPV memberikan manfaat terbaik ketika diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. Namun, bukan berarti seseorang yang sudah memasuki usia dewasa otomatis terlambat untuk membicarakan vaksinasi HPV.
Usia, riwayat vaksinasi, serta kondisi masing-masing orang perlu dipertimbangkan. Jadi, jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin HPV, jangan langsung menyimpulkan bahwa sudah terlambat. Konsultasikan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah vaksin HPV masih sesuai untuk Anda.
Baca juga: Vaksin HPV di Solo: Manfaat, Jadwal, dan Tempat Vaksinasi
Vaksin Herpes Zoster untuk Usia Lebih Tua
Herpes zoster, yang sering dikenal sebagai cacar ular, terjadi karena virus varicella zoster yang pernah berada di dalam tubuh kembali aktif. Risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Karena itu, vaksin herpes zoster dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan yang perlu dipertimbangkan, khususnya pada kelompok usia atau kondisi tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi.
Baca juga: Vaksin Herpes Zoster di Solo: Perlindungan untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Bagaimana dengan Vaksin RSV?
RSV atau respiratory syncytial virus merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Pada kelompok tertentu, infeksi RSV dapat memberikan dampak yang lebih serius. Rekomendasi vaksinasi atau strategi pencegahan RSV dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, jenis produk, serta pedoman yang berlaku.
Karena itu, kebutuhan vaksin RSV sebaiknya dinilai secara individual.
Baca juga: Vaksin RSV Rekombinan di Solo: Panduan Medis untuk Perlindungan Saluran Pernapasan
Tidak Ingat Riwayat Imunisasi? Harus Bagaimana?
Ini cukup sering terjadi.
Banyak orang dewasa tidak lagi memiliki buku imunisasi atau tidak mengetahui secara pasti vaksin apa saja yang diterima ketika kecil.
Jika Anda mengalaminya, bukan berarti tidak bisa melanjutkan vaksinasi. Tenaga kesehatan dapat membantu mengevaluasi informasi yang masih tersedia, misalnya:
- Usia
- Vaksin yang masih diingat pernah diberikan
- Kondisi kesehatan
- Pekerjaan
- Aktivitas
- Riwayat perjalanan
- Faktor risiko lainnya
Jika imunisasi sebelumnya belum lengkap, dapat dipertimbangkan imunisasi kejar atau catch-up immunization sesuai rekomendasi yang berlaku. Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 juga menyebutkan bahwa imunisasi kejar dilakukan apabila imunisasi rutin belum diterima secara lengkap.
Apakah Vaksin Dewasa Hanya untuk Orang yang Sakit?
Tidak.
Vaksinasi pada dasarnya merupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit, sehingga tidak perlu menunggu sakit terlebih dahulu untuk membicarakan kebutuhan vaksin. Orang dewasa yang sehat pun dapat membutuhkan vaksin tertentu.
Namun, kondisi kesehatan tetap penting untuk diperhatikan karena seseorang dengan penyakit atau kondisi medis tertentu mungkin mempunyai kebutuhan vaksinasi yang berbeda dibandingkan orang dewasa sehat. Saat berkonsultasi, sampaikan kepada dokter jika Anda:
- Memiliki penyakit tertentu
- Sedang menjalani pengobatan
- Rutin mengonsumsi obat
- Memiliki riwayat alergi
- Pernah mengalami reaksi setelah vaksin sebelumnya
Informasi ini membantu tenaga kesehatan menentukan pilihan dan waktu vaksinasi yang sesuai.
Siapa yang Sebaiknya Mulai Mengecek Kebutuhan Vaksinnya?
Anda dapat mempertimbangkan konsultasi vaksin dewasa jika:
- Tidak yakin vaksin apa saja yang pernah diterima
- Belum menyelesaikan rangkaian vaksin tertentu
- Memiliki jadwal vaksin yang sudah lama tertunda
- Akan bepergian ke luar negeri
- Memiliki pekerjaan dengan risiko paparan tertentu
- Memiliki kondisi kesehatan tertentu
- Memasuki usia dengan rekomendasi vaksin tertentu
- Ingin mengetahui apakah membutuhkan booster
- Ingin mengevaluasi kembali status imunisasi
- Ingin merencanakan perlindungan kesehatan jangka panjang
Tidak perlu menunggu memiliki masalah kesehatan untuk mulai mengevaluasi kebutuhan vaksin.
Vaksin Dewasa untuk Perjalanan
Berencana pergi ke luar negeri? Selain menyiapkan paspor, tiket, dan itinerary, kebutuhan vaksin juga sebaiknya ikut diperiksa.
Perjalanan ke daerah tertentu dapat meningkatkan risiko terpapar penyakit yang jarang ditemui di tempat tinggal kita. Beberapa negara bahkan mempunyai ketentuan khusus mengenai vaksinasi bagi pelancong. Jenis vaksin yang dibutuhkan dapat bergantung pada:
- Negara atau wilayah tujuan
- Lama perjalanan
- Aktivitas yang akan dilakukan
- Kondisi kesehatan
- Riwayat vaksin sebelumnya
- Risiko paparan selama perjalanan
- Persyaratan kesehatan negara tujuan
Beberapa vaksin yang dapat berkaitan dengan perjalanan antara lain vaksin meningitis, yellow fever, Japanese encephalitis, maupun vaksin lain sesuai tujuan perjalanan. Sebaiknya jangan mengecek kebutuhan vaksin terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan karena beberapa vaksin membutuhkan lebih dari satu dosis atau perlu diberikan pada waktu tertentu sebelum perjalanan.
Baca juga: Wajibkah Vaksin Meningitis Sebelum Umroh?
Baca juga: Vaksin Yellow Fever: Siapa yang Wajib dan Kapan Harus Mendapatkannya?
Apakah Beberapa Vaksin Bisa Diberikan Bersamaan?
Pada kondisi tertentu, beberapa jenis vaksin dapat diberikan dalam kunjungan yang sama. Namun, bukan berarti semua kombinasi vaksin dapat ditentukan sendiri. Dokter akan mempertimbangkan jenis vaksin, jadwal pemberian, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, serta kebutuhan masing-masing orang.
Jika Anda membutuhkan beberapa vaksin sekaligus misalnya karena vaksin rutin sekaligus persiapan perjalanan—sampaikan seluruh kebutuhan tersebut saat konsultasi agar jadwal vaksin dapat direncanakan dengan lebih baik.
Jadwal Vaksin Terlambat. Apakah Harus Mengulang dari Awal?
Belum tentu.
Ini salah satu kekhawatiran yang cukup sering muncul. Seseorang sudah mendapatkan dosis pertama atau kedua, lalu karena kesibukan baru teringat kembali beberapa bulan kemudian. Pada banyak situasi, keterlambatan tidak otomatis membuat seluruh rangkaian vaksin harus diulang dari awal.
Ada pendekatan catch-up vaccination atau imunisasi kejar untuk melengkapi dosis yang belum diterima. Namun, cara melanjutkan jadwal tetap bergantung pada jenis vaksin, jumlah dosis yang sudah diberikan, serta interval antar dosis. Karena itu, jika vaksin Anda terlambat, sebaiknya bawa catatan vaksin sebelumnya agar dokter dapat membantu menentukan jadwal selanjutnya.
Apa yang Perlu Dibawa Saat Konsultasi Vaksin Dewasa?
Jika tersedia, bawalah:
- Buku atau catatan vaksinasi sebelumnya
- Sertifikat vaksin
- Foto atau bukti vaksin yang pernah diterima
- Informasi mengenai riwayat alergi
- Riwayat reaksi setelah vaksin sebelumnya
- Daftar obat yang sedang dikonsumsi
- Informasi mengenai kondisi kesehatan
- Detail perjalanan jika membutuhkan vaksin untuk bepergian
Tidak punya catatan vaksin sama sekali?
Tetap boleh datang berkonsultasi. Informasi yang masih Anda ingat dapat menjadi titik awal untuk mengevaluasi kebutuhan imunisasi selanjutnya.
Apakah Vaksin Dewasa Aman?
Vaksin yang digunakan dalam pelayanan kesehatan telah melalui proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. Seperti obat dan tindakan medis lainnya, vaksin juga dapat menimbulkan reaksi setelah pemberian. Sebagian reaksi bersifat ringan dan sementara, meskipun respons setiap orang dapat berbeda.
Karena itu, sebelum vaksinasi, tenaga kesehatan perlu mengetahui kondisi kesehatan Anda, termasuk riwayat alergi, obat yang sedang digunakan, serta pengalaman setelah vaksin sebelumnya. Jangan ragu untuk menyampaikan pertanyaan atau kekhawatiran sebelum vaksin diberikan.
Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Vaksin?
Setelah vaksinasi, ikuti petunjuk tenaga kesehatan mengenai pemantauan kondisi setelah pemberian vaksin. Bila muncul keluhan yang tidak biasa, berlangsung berat, atau kondisi justru semakin memburuk, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Perlu diingat pula bahwa tidak semua keluhan yang muncul setelah vaksin pasti disebabkan oleh vaksin. Hubungan antara keluhan dan vaksinasi perlu dinilai berdasarkan jenis gejala, kondisi seseorang, serta waktu munculnya keluhan.
FAQ Seputar Vaksin Dewasa
Apakah orang dewasa masih perlu vaksin?
Ya, orang dewasa tetap dapat membutuhkan vaksin. Jenis vaksin yang diperlukan bergantung pada usia, riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, pekerjaan, faktor risiko, aktivitas, dan kebutuhan perjalanan.
Saya sudah lengkap vaksin saat kecil. Apakah masih perlu vaksin saat dewasa?
Bisa jadi. Beberapa vaksin membutuhkan dosis lanjutan atau booster, sedangkan vaksin lainnya baru direkomendasikan berdasarkan usia atau kondisi tertentu.
Vaksin apa saja yang dibutuhkan orang dewasa?
Tidak ada daftar yang sama untuk semua orang. Beberapa yang dapat relevan antara lain influenza, hepatitis A dan B, HPV, herpes zoster, RSV, serta vaksin untuk kebutuhan perjalanan. Jenis vaksin perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Bagaimana kalau saya tidak ingat vaksin apa yang pernah diterima?
Tidak masalah. Kumpulkan informasi yang masih tersedia, kemudian konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Riwayat imunisasi dan faktor risiko dapat dievaluasi untuk menentukan kebutuhan selanjutnya.
Kalau jadwal vaksin terlambat, apakah harus mulai dari dosis pertama lagi?
Tidak selalu. Pada beberapa jenis vaksin, jadwal dapat dilanjutkan melalui pendekatan imunisasi kejar tanpa harus mengulang seluruh rangkaian dari awal.
Apakah orang dewasa yang sehat tetap membutuhkan vaksin?
Bisa. Kebutuhan vaksin tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya penyakit, tetapi juga usia, riwayat vaksinasi, pekerjaan, aktivitas, perjalanan, dan risiko paparan.
Apakah vaksin dewasa hanya untuk lansia?
Tidak. Kebutuhan vaksin dapat muncul pada berbagai usia dewasa. Ada vaksin yang berkaitan dengan usia, ada pula yang diberikan berdasarkan kondisi atau faktor risiko tertentu.
Apakah beberapa vaksin bisa diberikan pada hari yang sama?
Dalam kondisi tertentu, bisa. Namun, jenis dan waktu pemberian vaksin tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
Vaksin Dewasa di Solo: Mulai dengan Mengecek Kebutuhan Anda
Vaksinasi bukan hanya urusan masa kecil. Seiring bertambahnya usia, perubahan kondisi kesehatan, pekerjaan, aktivitas, maupun rencana perjalanan dapat membuat kebutuhan perlindungan kita ikut berubah.
Karena itu, tidak perlu memilih vaksin hanya berdasarkan daftar yang diberikan kepada orang lain. Vaksin yang tepat adalah vaksin yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Klinik Cahaya Mitra Solo menyediakan layanan konsultasi dan vaksinasi untuk membantu mengevaluasi kebutuhan imunisasi berdasarkan usia, riwayat vaksin sebelumnya, kondisi kesehatan, hingga kebutuhan perjalanan.
Belum ingat vaksin apa saja yang pernah diterima? Ada vaksin yang jadwalnya tertunda? Atau sedang mempersiapkan perjalanan dan tidak yakin vaksin apa yang diperlukan? Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan vaksinasi
Hubungi Klinik Cahaya Mitra Solo melalui kontak resmi yang tersedia di website atau Google Business Profile untuk informasi jadwal konsultasi dan layanan vaksinasi.
Catatan Medis
Artikel ini ditujukan sebagai informasi dan edukasi kesehatan, bukan pengganti pemeriksaan maupun konsultasi langsung dengan dokter. Kebutuhan vaksin setiap orang dapat berbeda berdasarkan usia, riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, faktor risiko, jenis vaksin, serta rekomendasi yang berlaku. Jadwal dan indikasi vaksinasi dapat berubah mengikuti pembaruan kebijakan dan pedoman medis. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menentukan vaksinasi.









