Hotline 0271732122

Menivax ACYW

Indikasi

  • Vaksin ini diindikasikan untuk orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 2 tahun dengan kondisi berikut:
    • Bepergian dan/atau menetap di daerah hiperendemik, seperti area sub-Sahara Afrika (daerah epidemis Neisseria meningitidis grup A, grup C, grup Y, dan grup W135).
    • Peneliti, personel laboratorium industrial maupun klinis yang secara rutin bersentuhan dengan aerosol dan bakteri Neisseria meningitidis serogrup A, C, Y, dan W135
    • Berdasarkan survey epidemiologis, mereka yang tinggal di daerah yang mungkin terjadi wabah Neisseria meningitidis grup Y dan W135 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Pusat Pengendalian Penyakit Menular (Center for Disease Control)

Jadwal Vaksinasi

  • Dosis & Rute: Diberikan dengan dosis tunggal 0,5 mL secara subkutan (di bawah kulit) di daerah lateral deltoid lengan atas.
  • Imunisasi Primer: Diberikan sebanyak satu dosis tunggal (0,5 mL) dan harus diselesaikan sebelum musim epidemi. 
  • Vaksinasi Ulang (Booster): Vaksinasi ulang mungkin dibutuhkan untuk individu yang berisiko tinggi terkena infeksi. Namun, belum ada data uji klinis yang mendukung penggunaan MENIVAX ACYW sebagai booster bagi individu yang telah menerima vaksinasi primer meningitis ACYW135 sebelumnya.

Komposisi Vaksin

  • Tiap satu dosis (0,5 mL) mengandung:
    • Polisakarida Meningokokus dimurnikan A: 50 µg. 
    • Polisakarida Meningokokus dimurnikan C: 50 µg. 
    • Polisakarida Meningokokus dimurnikan Y: 50 µg. 
    • Polisakarida Meningokokus dimurnikan W135: 50 µg.
    • Laktosa (sebagai penstabil): 3,5 mg.

Efek Samping

  • Reaksi yang timbul biasanya bersifat ringan, seperti kemerahan, bengkak, skleroma (pengerasan kulit), dan nyeri di tempat suntikan selama 1 sampai 2 hari dan dapat berkurang secara spontan. 
  • Demam transien (sementara) mungkin timbul, tetapi jarang terjadi (kurang dari 2%). 
  • Secara umum, reaksi samping lokal dan sistemik akan menghilang dalam waktu 72 jam.

Kontraindikasi 

  • Memiliki alergi terhadap komponen vaksin. 
  • Pernah mengidap epilepsi, penyakit otak, serta memiliki riwayat alergi atau reaksi anafilaksis pada vaksinasi meningitis sebelumnya. 
  • Pernah atau sedang mengidap penyakit ginjal, penyakit jantung, TBC aktif, dan infeksi HIV. 
  • Sedang mengidap penyakit infeksi akut dan demam. 
  • Sedang hamil atau merencanakan kehamilan dalam waktu 3 bulan setelah imunisasi.