Hotline 0271732122

Prevenar 13

Indikasi

  • Diindikasikan untuk imunisasi aktif guna pencegahan penyakit invasif, pneumonia, dan otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae.
  • Vaksin ini diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak mulai dari usia 6 minggu hingga 5 tahun.

Jadwal Vaksinasi

  • Vaksin diberikan dengan dosis 0,5 mL melalui suntikan intramuskular (ke dalam otot). Lokasi suntikan yang disarankan adalah paha bagian anterolateral untuk bayi, atau otot deltoid di lengan atas untuk anak kecil.
    • Bayi usia 6 minggu hingga 6 bulan: * Seri primer 3 dosis: Terdiri dari 4 dosis secara total. Tiga dosis awal diberikan dengan interval minimal 1 bulan (dosis pertama biasa diberikan pada usia 2 bulan, atau paling cepat 6 minggu). Dosis keempat (booster) diberikan pada rentang usia 11 hingga 15 bulan.
      • Seri primer 2 dosis: Terdiri dari 3 dosis secara total. Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan, dan dosis kedua 2 bulan setelahnya. Dosis ketiga (booster) diberikan pada usia 11 hingga 15 bulan.
    • Bayi usia 7 – 11 bulan (belum divaksinasi): Diberikan 2 dosis dengan interval minimal 1 bulan. Dosis ketiga direkomendasikan untuk diberikan pada tahun kedua kehidupannya.
    • Anak usia 12 – 23 bulan (belum divaksinasi): Diberikan 2 dosis dengan interval setidaknya 2 bulan.
    • Anak usia 2 – 5 tahun: Diberikan hanya 1 dosis tunggal.

Komposisi Vaksin

  • Setiap 1 dosis (0,5 mL) mengandung polisakarida pneumokokus yang terdiri dari:
    • 2,2 µg sakarida untuk masing-masing serotipe: 1, 3, 4, 5, 6A, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, dan 23F.
    • 4,4 µg sakarida untuk serotipe 6B.
    • Bahan tersebut dikonjugasikan pada protein pembawa CRM197 dan diadsorpsi pada aluminium fosfat (mengandung 0,125 mg aluminium).

Efek Samping

  • Sangat Umum: Reaksi di lokasi suntikan (seperti kemerahan, pengerasan/pembengkakan, dan nyeri), demam (pireksia), rewel, nafsu makan menurun, serta rasa mengantuk atau kualitas tidur yang memburuk.
  • Umum: Muntah dan diare.
  • Tidak Umum: Demam di atas 39oC dan gangguan pergerakan pada area suntikan akibat rasa nyeri.
  • Jarang: Reaksi hipersensitivitas atau alergi (termasuk pembengkakan wajah, sesak napas, dan bronkospasme), kejang (termasuk kejang demam), serta ruam kulit atau biduran (urtikaria).

Kontraindikasi 

  • Kontraindikasi mutlak: Tidak boleh diberikan kepada individu yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap zat aktif, eksipien (bahan tambahan) yang terdapat dalam vaksin, atau terhadap vaksin lainnya yang mengandung difteria toksoid
  • Perhatian khusus: Pemberian vaksin harus ditunda apabila pasien sedang menderita penyakit demam akut yang parah. Namun, jika hanya infeksi ringan seperti batuk-pilek, jadwal vaksinasi tidak perlu ditunda.