Twinrix diindikasikan untuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak usia 2 hingga 15 tahun yang tidak memiliki kekebalan, yang berisiko terkena infeksi hepatitis A dan hepatitis B.
Vaksin ini diberikan kepada individu yang belum pernah divaksinasi atau belum menyelesaikan rangkaian vaksinasi hepatitis B.
Jadwal Vaksinasi
Dosis: Dosis yang direkomendasikan adalah 1,0 mL untuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak berusia 2-15 tahun.
Jadwal Dewasa dan Remaja (≥ 16 tahun): Jadwal standar terdiri dari 3 dosis, yaitu pada bulan ke-0, 1, dan 6. Pada keadaan khusus (misalnya akan bepergian dalam waktu dekat), dapat menggunakan jadwal 3 suntikan pada hari ke-0, 7, dan 21, yang kemudian wajib diikuti dengan dosis keempat pada bulan ke-12.
Jadwal Anak-anak (Usia 2-15 tahun): Jadwal standar terdiri dari 2 dosis, yaitu dosis pertama pada tanggal yang dipilih, dan dosis kedua antara 6 hingga 12 bulan setelah dosis pertama.
Cara Pemberian: Vaksin disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot) di daerah deltoid (lengan atas) untuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Pada bayi, penyuntikan dapat dilakukan di paha bagian anterolateral. Vaksin ini sama sekali tidak boleh diberikan ke dalam pembuluh darah (intravaskular).
Komposisi Vaksin
Setiap satu dosis (1,0 mL) mengandung:
Bahan Aktif: Virus Hepatitis A inaktif sebanyak 720 ELISA Units dan Antigen permukaan Hepatitis B sebanyak 20 µg.
Ajuvan: Diadsorpsi pada aluminium hidroksida dan aluminium fosfat.
Zat Tambahan (Eksipien): Natrium klorida (sodium chloride) dan air untuk injeksi.
Residu/Keterangan Lain: Terdapat sisa asam amino untuk injeksi, formaldehida, neomisin sulfat, dan polisorbat 20 dari proses pembuatannya.
Efek Samping
Pada Dewasa dan Remaja (≥ 16 tahun): Sakit kepala, rasa sakit dan kemerahan di area suntikan, serta kelelahan.
Pada Anak-anak (Usia 1-15 tahun): Kehilangan nafsu makan, mudah marah, rewel, sakit kepala, kelelahan, serta rasa sakit dan kemerahan di area suntikan.
Kontraindikasi
Twinrix tidak boleh diberikan (dikontraindikasikan) kepada individu yang diketahui memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap zat/kandungan apa pun di dalam vaksin ini.
Vaksin ini juga tidak boleh diberikan kepada individu yang pernah menunjukkan tanda-tanda alergi (hipersensitivitas) setelah menerima pemberian Twinrix, atau setelah pemberian vaksin tunggal (monovalen) hepatitis A maupun hepatitis B sebelumnya.
Vaksinasi harus ditunda apabila pasien sedang menderita penyakit demam akut yang parah.