Indikasi
Vaksin ini direkomendasikan untuk pencegahan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh virus influenza pada orang yang berisiko tinggi.
Jadwal Vaksinasi
- Vaksin influenza diberikan kepada orang sehat dan direkomendasikan untuk diberikan sekali dalam setahun karena influenza secara alami bersifat musiman.
- Bagi anak di bawah usia 9 tahun yang pertama kali mendapat vaksin influenza, vaksin diberikan sebanyak 2 dosis dengan selang waktu minimal satu bulan, kemudian imunisasi diulang setiap tahun.
- Dosis pertama kali:
- Usia 6-35 bulan: Diberikan 2 kali (interval minimal satu bulan) dengan dosis 0,25 mL.
- Usia 3-8 tahun: Diberikan 2 kali (interval minimal satu bulan) dengan dosis 0,5 mL.
Usia 9 tahun ke atas: Diberikan 1 kali dengan dosis 0,5 mL.
Komposisi Vaksin
- Tiap 0,5 mL Vaksin mengandung:
- Influenza A (H1N1) 15 µg
- Influenza A (H3N2) 15 µg
- Influenza B 15 µg
- Thimerosal 4 µg
Efek Samping
- Pada individu tertentu, pemberian vaksin dapat menyebabkan efek samping berupa:
- Keluhan ringan: Umumnya akan hilang setelah 1-2 hari tanpa pengobatan. Ini termasuk reaksi lokal seperti nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan, serta reaksi sistemik seperti demam dan kelelahan.
- Keluhan berat dan jarang terjadi: Dapat berupa reaksi anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan syok. Meskipun sangat jarang, risiko terjadinya sindrom Guillain-Barre dapat sedikit meningkat pada penerima imunisasi influenza dibandingkan dengan orang yang tidak diimunisasi, walaupun mekanismenya belum diketahui.
Kontraindikasi
- Vaksin tidak boleh digunakan pada keadaan berikut:
- Memiliki alergi telur, alergi protein ayam, atau alergi terhadap konstituen vaksin.
- Pada kasus pasien mengalami demam tinggi, kejang-kejang, atau infeksi akut (dalam kondisi ini vaksinasi harus ditunda).