IMOJEV diindikasikan untuk pencegahan penyakit Japanese encephalitis yang disebabkan oleh virus Japanese encephalitis.
Vaksin ini diberikan pada pasien mulai dari usia 9 bulan ke atas.
Jadwal Vaksinasi
Dosis & Imunisasi Pertama: Diberikan dosis tunggal 0,5 mL yang sudah dilarutkan dengan pelarut, untuk pasien usia 9 bulan ke atas.
Dosis Booster (Anak-anak hingga 18 tahun): Jika perlindungan jangka panjang dibutuhkan, satu dosis booster 0,5 mL diberikan setelah imunisasi pertama. Dosis booster lebih disukai diberikan 1 tahun setelah vaksinasi pertama, dan dapat diberikan hingga 2 tahun setelah vaksinasi pertama. Vaksin ini juga bisa digunakan sebagai booster bagi anak yang sebelumnya menerima vaksin inactivated Japanese encephalitis.
Dosis Booster (Dewasa): Kebutuhan dan waktu pemberian dosis booster untuk orang dewasa belum dapat ditentukan.
Cara Pemberian: Diberikan melalui rute subkutan. Vaksin sama sekali tidak boleh diberikan secara intravaskular.
Lokasi Injeksi: Pada anak usia 9 hingga 24 bulan diberikan pada aspek anterolateral paha atau area deltoid. Pada pasien usia 2 tahun ke atas, diberikan pada area deltoid di bagian atas lengan.
Komposisi Vaksin
Tiap dosis (0,5 mL) mengandung:
Zat Aktif:Live Attenuated, virus recombinant Japanese encephalitis 4.0 – 5.8 PFU Log (diperbanyak di sel Vero).
Bahan Pembantu (Eksipien) Serbuk: Manitol, Laktosa, Asam Glutamat, Kalium Hidroksida, Histidin, dan Human Serum Albumin.
Pelarut: Natrium klorida dan Aqua Pro Injeksi.
Efek Samping
Pada Orang Dewasa: Kelelahan, perasaan tidak sehat, nyeri pada area suntikan, sakit kepala, dan nyeri otot.
Pada Anak-anak: Demam, perasaan tidak sehat, lekas marah, nyeri/kemerahan pada area suntikan, sakit kepala, mengantuk, nyeri otot, muntah, kehilangan nafsu makan, dan menangis tidak normal.
Kontraindikasi
Memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin ini sebelumnya, atau terhadap vaksin yang mengandung komponen/zat yang sama.
Mengalami kekurangan kekebalan (imunodefisiensi) bawaan atau dapatan yang merusak kekebalan selular, termasuk sedang menjalani terapi imunosupresif seperti kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid sistemik dosis tinggi selama 14 hari atau lebih.
Penderita infeksi HIV (dengan atau tanpa gejala) yang disertai dengan bukti fungsi kekebalan tubuh yang terganggu.
Wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui.
Vaksinasi harus ditunda apabila pasien sedang mengalami demam atau penyakit akut lainnya.