Hotline 0271732122

Imojev

Indikasi

  • IMOJEV diindikasikan untuk pencegahan penyakit Japanese encephalitis yang disebabkan oleh virus Japanese encephalitis.
  • Vaksin ini diberikan pada pasien mulai dari usia 9 bulan ke atas.

Jadwal Vaksinasi

  • Dosis & Imunisasi Pertama: Diberikan dosis tunggal 0,5 mL yang sudah dilarutkan dengan pelarut, untuk pasien usia 9 bulan ke atas.
  • Dosis Booster (Anak-anak hingga 18 tahun): Jika perlindungan jangka panjang dibutuhkan, satu dosis booster 0,5 mL diberikan setelah imunisasi pertama. Dosis booster lebih disukai diberikan 1 tahun setelah vaksinasi pertama, dan dapat diberikan hingga 2 tahun setelah vaksinasi pertama. Vaksin ini juga bisa digunakan sebagai booster bagi anak yang sebelumnya menerima vaksin inactivated Japanese encephalitis.
  • Dosis Booster (Dewasa): Kebutuhan dan waktu pemberian dosis booster untuk orang dewasa belum dapat ditentukan.
  • Cara Pemberian: Diberikan melalui rute subkutan. Vaksin sama sekali tidak boleh diberikan secara intravaskular.
  • Lokasi Injeksi: Pada anak usia 9 hingga 24 bulan diberikan pada aspek anterolateral paha atau area deltoid. Pada pasien usia 2 tahun ke atas, diberikan pada area deltoid di bagian atas lengan.

Komposisi Vaksin

  • Tiap dosis (0,5 mL) mengandung:
    • Zat Aktif: Live Attenuated, virus recombinant Japanese encephalitis 4.0 – 5.8 PFU Log (diperbanyak di sel Vero).
    • Bahan Pembantu (Eksipien) Serbuk: Manitol, Laktosa, Asam Glutamat, Kalium Hidroksida, Histidin, dan Human Serum Albumin.
    • Pelarut: Natrium klorida dan Aqua Pro Injeksi.

Efek Samping

  • Pada Orang Dewasa: Kelelahan, perasaan tidak sehat, nyeri pada area suntikan, sakit kepala, dan nyeri otot.
  • Pada Anak-anak: Demam, perasaan tidak sehat, lekas marah, nyeri/kemerahan pada area suntikan, sakit kepala, mengantuk, nyeri otot, muntah, kehilangan nafsu makan, dan menangis tidak normal.

Kontraindikasi 

  • Memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin ini sebelumnya, atau terhadap vaksin yang mengandung komponen/zat yang sama.
  • Mengalami kekurangan kekebalan (imunodefisiensi) bawaan atau dapatan yang merusak kekebalan selular, termasuk sedang menjalani terapi imunosupresif seperti kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid sistemik dosis tinggi selama 14 hari atau lebih.
  • Penderita infeksi HIV (dengan atau tanpa gejala) yang disertai dengan bukti fungsi kekebalan tubuh yang terganggu.
  • Wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui.
  • Vaksinasi harus ditunda apabila pasien sedang mengalami demam atau penyakit akut lainnya.