Fluarix Tetra (vaksin kuadrivalen) diindikasikan untuk imunisasi aktif pada anak-anak dan remaja mulai dari usia 6 bulan, orang dewasa dengan faktor risiko tinggi (di atas usia 18 tahun), dan kelompok lanjut usia (di atas 60 tahun).
Vaksin ini digunakan untuk pencegahan penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B yang terkandung di dalam vaksin.
Jadwal Vaksinasi
Vaksin diberikan melalui suntikan intramuskular (otot) tunggal dengan dosis sebesar 0,5 mL.
Bagi anak-anak usia 6 bulan hingga kurang dari 9 tahun yang belum pernah menerima vaksinasi influenza sebelumnya, mereka harus menerima dosis kedua (0,5 mL) dengan interval waktu setidaknya 4 minggu dari dosis pertama.
Untuk anak di bawah usia 6 bulan, keamanan dan kemanjuran vaksin ini belum ditetapkan sehingga tidak direkomendasikan.
Komposisi Vaksin
Tiap 0,5 mL Vaksin mengandung:
Influenza A (H1N1) 15 µg
Influenza A (H3N2) 15 µg
Influenza B (Victoria) 15 µg
Influenza B (Yamagata) 15 µg
Efek Samping
Orang Dewasa: Efek samping yang sangat umum meliputi nyeri otot (myalgia), nyeri di lokasi penyuntikan, dan rasa lelah. Efek samping yang umum meliputi sakit kepala, gejala gastrointestinal (seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut), berkeringat, nyeri sendi (arthralgia), menggigil, demam, serta kemerahan, pembengkakan, dan pengerasan di lokasi suntikan.
Anak-anak (berdasarkan variasi usia dari 6 bulan – 18 tahun): Efek yang sangat umum meliputi kehilangan nafsu makan, rewel atau mudah marah, mengantuk, kelelahan, nyeri otot, serta nyeri dan kemerahan di lokasi suntikan. Efek yang umum terjadi meliputi demam, sakit kepala, gejala gastrointestinal, menggigil, nyeri sendi, serta pembengkakan di lokasi suntikan.
Fluarix Tetra tidak boleh diberikan kepada orang yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi setelah pemberian Fluarix Tetra sebelumnya, alergi terhadap vaksin influenza jenis lain, atau alergi terhadap komponen apa pun dari vaksin tersebut.
Proses vaksinasi harus ditunda apabila orang yang akan divaksin sedang menderita penyakit demam akut yang parah. Namun, infeksi ringan seperti batuk-pilek biasa tidak perlu menjadi alasan ditundanya vaksinasi.