Indikasi
Vaksin ini digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit poliomyelitis pada bayi dan anak dengan kondisi immunocompromised (luluh imun), orang yang memiliki kontak serumah dengan bayi dan anak immunocompromised, serta pada individu di mana vaksin polio oral dikontraindikasikan (tidak bisa menerima vaksin polio oral).
Jadwal Vaksinasi
- Waktu Pemberian: Vaksin direkomendasikan untuk diberikan segera setelah bayi berusia 2 bulan.
- Imunisasi Primer: Diberikan sebanyak 2 kali injeksi (masing-masing dosis 0,5 mL) dengan jarak waktu pemberian 1 bulan.
- Imunisasi Ulangan (Booster): Diberikan satu tahun setelah pemberian injeksi kedua.
- Cara Pemberian: Sebaiknya disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot), namun dapat juga diberikan secara subkutan (di bawah kulit).
Komposisi Vaksin
- Tiap satu dosis (0,5 mL) mengandung Virus Poliomyelitis Inaktif dengan rincian:
- Tipe 1 (Mahoney): 40 DU.
- Tipe 2 (MEF-1): 8 DU.
- Tipe 3 (Saukett): 32 DU.
Efek Samping
- Reaksi Lokal (pada tempat injeksi): Dapat terjadi nyeri, kemerahan, indurasi (reaksi pengerasan pada kulit), dan bengkak. Reaksi ini umumnya muncul dalam waktu 48 jam setelah penyuntikan dan akan berlangsung selama satu atau dua hari.
- Reaksi Sistemik: Dapat berupa demam, demam yang terkait dengan nyeri otot (myalgia), sakit kepala, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limphadenopati).
Kontraindikasi
- Vaksinasi tidak boleh diberikan dan harus ditunda pada individu yang sedang menderita penyakit demam akut hingga individu tersebut sembuh.
- Dikontraindikasikan bagi individu yang memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap zat aktif maupun zat tambahan yang terdapat di dalam vaksin, atau terhadap vaksin lain yang mengandung zat yang sama, neomisin, streptomisin, atau polimiksin B.