Hotline 0271732122

Shingrix

Indikasi

  • Shingrix diindikasikan untuk pencegahan herpes zoster (HZ) dan post-herpetic neuralgia (PHN), nyeri saraf jangka panjang yang mengikuti herpes zoster.
  • Vaksin ini diberikan kepada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. 
  • Vaksin ini juga diberikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang memiliki peningkatan risiko terkena herpes zoster.

Jadwal Vaksinasi

  • Vaksin disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot), yang direkomendasikan pada lengan atas (otot deltoid).
  • Jadwal vaksinasi primer terdiri dari 2 dosis, yang masing-masing sebanyak 0,5 mL. 
  • Dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama. 
  • Apabila diperlukan fleksibilitas waktu, dosis kedua dapat diberikan antara 2 hingga 6 bulan setelah dosis pertama. 
  • Untuk subjek dengan kondisi imunodefisiensi atau imunosupresi (akibat penyakit atau terapi) yang membutuhkan perlindungan lebih cepat, dosis kedua dapat diberikan 1 hingga 2 bulan setelah dosis pertama. 

Komposisi Vaksin

  • Setelah serbuk dilarutkan dengan suspensi, 1 dosis (0,5 mL) mengandung
    • Zat Aktif: Varicella Zoster Virus glycoprotein E antigen sebanyak 50 µg. 
    • Adjuvan (AS01B): Mengandung ekstrak tanaman Quillaja saponaria Molina fraksi 21 (QS-21) 50 µg, dan 3-O-desacyl-4′-monophosphoryl lipid A (MPL) dari Salmonella minnesota 50 µg. 
    • Bahan Tambahan Serbuk: Sukrosa, polysorbate 80 (E 433), sodium dihydrogen phosphate dihydrate (E 339), dan dipotassium phosphate (E 340). 
    • Bahan Tambahan Suspensi:Dioleoyl phosphatidylcholine (E 322), kolesterol, sodium chloride, disodium phosphate anhydrous (E 339), potassium dihydrogen phosphate (E 340), dan air untuk injeksi.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Keluhan perut dan pencernaan (mual, muntah, diare dan/atau sakit perut)
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Nyeri, kemerahan, dan bengkak pada tempat suntikan diberikan
  • Merasa Lelah
  • Menggigil
  • Demam.

Kontraindikasi 

  • Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada individu yang memiliki hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap zat aktif maupun bahan tambahan lain dalam vaksin ini. 
  • Vaksinasi harus ditunda apabila pasien sedang menderita penyakit demam akut yang parah atau infeksi berat dengan panas tinggi.