Hotline 0271732122

Stamaril

Indikasi

  • Diindikasikan untuk pencegahan terhadap penyakit menular demam kuning (yellow fever). 
  • Vaksin ini diberikan kepada orang-orang (pelancong) yang bepergian ke daerah endemik demam kuning. 
  • Vaksin ini tidak boleh diresepkan atau diberikan kepada individu yang tidak berisiko terpapar infeksi demam kuning.

Jadwal Vaksinasi

  • Dosis (Posologi): Diberikan sebagai dosis tunggal 0,5 mL untuk orang dewasa dan anak-anak mulai dari usia 9 bulan ke atas. 
  • Waktu Pemberian: Vaksin harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum memasuki daerah endemik, karena dibutuhkan waktu tersebut untuk mencapai kekebalan perlindungan. 
  • Cara Pemberian: Vaksin sebaiknya disuntikkan di bawah kulit (subkutan), tetapi dapat diberikan ke dalam otot (intramuskular) jika sesuai dengan rekomendasi resmi. Vaksin ini sama sekali tidak boleh disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravaskular).
  • Vaksinasi Ulang (Booster): Durasi perlindungan diharapkan bertahan setidaknya 10 tahun dan mungkin seumur hidup. Vaksinasi ulang mungkin diperlukan hanya pada beberapa individu yang respons imunnya tidak memadai setelah vaksinasi primer atau pada pelancong tertentu yang berisiko tinggi.

Komposisi Vaksin

  • Setelah serbuk dilarutkan dengan pelarut, setiap 1 dosis (0,5 mL) mengandung:
    • Bahan Aktif: Virus demam kuning strain 17 D-204 (hidup, dilemahkan) tidak kurang dari 1000 IU (1000 LD50 units). Virus ini dikembangkan dalam embrio ayam bebas patogen. 
    • Bahan Tambahan (Eksipien) pada Serbuk Injeksi: Laktosa, sorbitol E420, L-histidin hidroklorida, L-alanin, natrium klorida, kalium klorida, dinatrium fosfat dihidrat, kalium dihidrogen fosfat, kalsium klorida, dan magnesium sulfat. 

Bahan Tambahan pada Pelarut: Natrium klorida dan air untuk injeksi.

Efek Samping

  • Sakit kepala.
  • Kelelahan dan lemas ringan hingga sedang.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di area tempat penyuntikan.
  • Nyeri otot. 
  • Demam (pada anak-anak)
  • Muntah (pada anak-anak)

Kontraindikasi 

  • Memiliki alergi (hipersensitivitas) terhadap bahan aktif, zat tambahan vaksin, telur, atau protein ayam. 
  • Pernah mengalami reaksi alergi serius setelah menerima vaksin demam kuning sebelumnya. 
  • Bayi berusia kurang dari 9 bulan. 
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk atau melemah karena sebab apapun, seperti sakit atau obat-obatan (steroid atau obat kanker)
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat infeksi HIV.
  • Terinfeksi HIV dan memiliki gejala aktif infeksi HIV.
  • Memiliki riwayat gangguan kelenjar timus atau kelenjar timus diangkat.
  • Demam atau infeksi akut (vaksinasi akan ditunda sampai pulih)