Hotline 0271732122

Adacel

Indikasi

  • ADACEL diindikasikan untuk imunisasi booster (ulangan) aktif dalam pencegahan penyakit tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan) pada individu berusia 4 hingga 6 tahun dan 10 tahun atau lebih. 
  • Vaksin ini diindikasikan untuk memberikan perlindungan pasif terhadap pertusis pada masa awal bayi melalui imunisasi pada ibu selama masa kehamilan. 
  • ADACEL dapat digunakan sebagai alternatif untuk dosis kelima vaksin tetanus, difteri, dan aselular pertusis (DTaP/Tdap) pada anak-anak usia 4 hingga 6 tahun. 
  • Vaksin ini tidak diindikasikan untuk imunisasi pada anak di bawah usia 4 tahun.

Jadwal Vaksinasi

  • Dosis: Dosis tunggal yang direkomendasikan adalah 0,5 mL. 
  • Vaksinasi Ulang: Pemberian dosis berulang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada interval 5 hingga 10 tahun. 
  • Pemberian pada Ibu Hamil: Vaksin ini dapat diberikan kepada wanita hamil pada usia kehamilan 24 hingga 36 minggu.
  • Cara Pemberian: Vaksin diberikan melalui suntikan intramuskular (ke dalam otot), dengan lokasi penyuntikan yang disukai adalah otot deltoid atau bahu. Rute pemberian melalui otot bokong (gluteal) tidak dianjurkan.

Komposisi Vaksin

  • Setiap dosis tunggal (0,5 mL) mengandung:
    • Zat Aktif: Toksoid Tetanus 5 Lf, Toksoid Difteri 2 Lf, serta komponen Pertusis yang terdiri dari Pertussis Toxoid 2,5 µg, Filamentous Haemagglutinin 5 µg, Fimbrial agglutinogens 2+3 5 µg, dan Pertactin 3 µg. 
    • Zat Tambahan: Aluminium fosfat (aluminium 0,33 mg) 1,5 mg, 2-phenoxyethanol 0,6% (v/v), serta residu formaldehida ≤ 5 µg dan residu glutaraldehida < 50 µg.

Efek Samping

  • Efek samping ringan yang dapat terjadi pada tempat suntikan meliputi kemerahan, pembengkakan, atau rasa sakit. 
  • Efek samping sistemik yang dapat ditimbulkan antara lain merasa lelah, sakit kepala, sakit tubuh secara umum, persendian bengkak, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, ruam, menggigil, serta pembengkakan kelenjar limpa (getah bening) pada ketiak. 
  • Efek samping ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Kontraindikasi 

  • Individu yang diketahui memiliki reaksi hipersensitivitas sistemik atau alergi parah terhadap salah satu komponen vaksin, atau pernah mengalami reaksi serupa setelah pemberian vaksin ini sebelumnya. 
  • Individu yang pernah mengalami ensefalopati (gangguan sistem saraf yang serius, seperti koma, penurunan kesadaran, atau kejang berkepanjangan) dalam waktu 7 hari setelah menerima dosis vaksin yang mengandung pertusis sebelumnya. 
  • Memiliki demam tinggi atau penyakit serius. Vaksinasi ditunda hingga sembuh.