Vaksin ini diindikasikan untuk profilaksis (pencegahan) penyakit influenza, terutama bagi mereka yang memiliki peningkatan risiko terhadap komplikasi terkait flu.
Vaksin ini dapat diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak mulai dari usia 6 bulan.
Jadwal Vaksinasi
Karena strain virus yang beredar dapat berubah setiap tahun, vaksinasi ulang tahunan sangat direkomendasikan.
Dewasa: Diberikan 1 dosis sebanyak 0,5 mL.
Anak-anak usia 6 bulan hingga 17 tahun: Diberikan 1 dosis sebanyak 0,5 mL.
Anak usia di bawah 9 tahun (yang belum pernah divaksinasi influenza sebelumnya): Harus diberikan dosis kedua (0,5 mL) dengan interval waktu minimal 4 minggu setelah dosis pertama.
Untuk bayi kurang dari 6 bulan, khasiat dan keamanan Influvac Tetra belum diketahui.
Komposisi Vaksin
Tiap 0,5 mL Vaksin mengandung:
Influenza A (H1N1) 15 µg
Influenza A (H3N2) 15 µg
Influenza B (Victoria) 15 µg
Influenza B (Yamagata) 15 µg
Efek Samping
Reaksi efek samping umumnya muncul pada 3 hari pertama setelah vaksinasi dan dapat hilang secara spontan dalam beberapa hari setelahnya. Rincian efek samping meliputi:
Dewasa dan Lansia: Reaksi yang mungkin timbul antara lain nyeri otot, nyeri sendi , badan terasa menggigil , demam , serta kemerahan, pembengkakan, memar, atau pengerasan di sekitar bagian tubuh yang disuntik.
Anak-anak (6 bulan – 17 tahun): Dapat mengalami efek seperti hilangnya nafsu makan.
Anak-anak (3 – 5 tahun): Dapat terjadi nyeri, lebam, atau pengerasan di sekitar area suntikan, serta muntah.
Anak-anak (6 – 17 tahun): Reaksi dapat berupa mual, nyeri, demam, muntah, serta kulit kemerahan, pembengkakan, dan pengerasan di sekitar lokasi suntikan.
Efek Samping Lainnya (Sangat jarang): Dalam kasus tertentu, dapat terjadi pembengkakan yang jelas pada area kepala dan leher , masalah peradangan pada saraf (seperti saraf tulang belakang), penurunan jumlah trombosit yang mengakibatkan pendarahan berlebihan, hingga pembengkakan kelenjar di area ketiak atau selangkangan.
Kontraindikasi
Vaksin tidak boleh digunakan apabila pasien memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau bahan dari vaksin tersebut.
Dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki alergi terhadap residu proses produksi, seperti protein ayam atau telur, walaupun terdapat dalam jumlah yang sangat kecil.
Pemberian imunisasi harus ditunda apabila pasien sedang menderita penyakit yang disertai demam (suhu badan tinggi) atau infeksi akut. Vaksinasi baru boleh dilakukan setelah pasien tersebut sembuh.