Hotline 0271732122

Influvac Tetra

Indikasi

  • Vaksin ini diindikasikan untuk profilaksis (pencegahan) penyakit influenza, terutama bagi mereka yang memiliki peningkatan risiko terhadap komplikasi terkait flu.
  • Vaksin ini dapat diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak mulai dari usia 6 bulan.

Jadwal Vaksinasi

  • Karena strain virus yang beredar dapat berubah setiap tahun, vaksinasi ulang tahunan sangat direkomendasikan.
  • Dewasa: Diberikan 1 dosis sebanyak 0,5 mL.
  • Anak-anak usia 6 bulan hingga 17 tahun: Diberikan 1 dosis sebanyak 0,5 mL.
  • Anak usia di bawah 9 tahun (yang belum pernah divaksinasi influenza sebelumnya): Harus diberikan dosis kedua (0,5 mL) dengan interval waktu minimal 4 minggu setelah dosis pertama.
  • Untuk bayi kurang dari 6 bulan, khasiat dan keamanan Influvac Tetra belum diketahui.

Komposisi Vaksin

  • Tiap 0,5 mL Vaksin mengandung:
    • Influenza A (H1N1) 15 µg
    • Influenza A (H3N2) 15 µg
    • Influenza B (Victoria) 15 µg
    • Influenza B (Yamagata) 15 µg

Efek Samping

  • Reaksi efek samping umumnya muncul pada 3 hari pertama setelah vaksinasi dan dapat hilang secara spontan dalam beberapa hari setelahnya. Rincian efek samping meliputi:
    • Dewasa dan Lansia: Reaksi yang mungkin timbul antara lain nyeri otot, nyeri sendi , badan terasa menggigil , demam , serta kemerahan, pembengkakan, memar, atau pengerasan di sekitar bagian tubuh yang disuntik.
    • Anak-anak (6 bulan – 17 tahun): Dapat mengalami efek seperti hilangnya nafsu makan.
    • Anak-anak (3 – 5 tahun): Dapat terjadi nyeri, lebam, atau pengerasan di sekitar area suntikan, serta muntah.
    • Anak-anak (6 – 17 tahun): Reaksi dapat berupa mual, nyeri, demam, muntah, serta kulit kemerahan, pembengkakan, dan pengerasan di sekitar lokasi suntikan.
    • Efek Samping Lainnya (Sangat jarang): Dalam kasus tertentu, dapat terjadi pembengkakan yang jelas pada area kepala dan leher , masalah peradangan pada saraf (seperti saraf tulang belakang), penurunan jumlah trombosit yang mengakibatkan pendarahan berlebihan, hingga pembengkakan kelenjar di area ketiak atau selangkangan.

Kontraindikasi

  • Vaksin tidak boleh digunakan apabila pasien memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau bahan dari vaksin tersebut.
  • Dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki alergi terhadap residu proses produksi, seperti protein ayam atau telur, walaupun terdapat dalam jumlah yang sangat kecil.
  • Pemberian imunisasi harus ditunda apabila pasien sedang menderita penyakit yang disertai demam (suhu badan tinggi) atau infeksi akut. Vaksinasi baru boleh dilakukan setelah pasien tersebut sembuh.