Vaksin Engerix-B diindikasikan untuk imunisasi aktif terhadap infeksi virus Hepatitis B (HBV) yang disebabkan oleh semua subtipe yang diketahui, pada subjek segala usia yang berisiko terpapar HBV.
Imunisasi ini juga diharapkan dapat mencegah infeksi Hepatitis D (karena Hepatitis D tidak terjadi tanpa adanya infeksi Hepatitis B) serta mengurangi risiko komplikasi kronis seperti hepatitis B aktif kronis dan sirosis hati.
Vaksinasi sangat direkomendasikan untuk kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi, seperti tenaga kesehatan, pasien yang sering menerima produk darah, orang dengan perilaku seksual berisiko tinggi, pengguna obat suntik terlarang, pelancong ke daerah endemis, dan bayi yang lahir dari ibu pembawa (carrier) HBV.
Jadwal Vaksinasi
Dosis:
Dosis untuk subjek berusia 20 tahun ke atas adalah 20 µg (dalam 1,0 ml suspensi).
Dosis untuk neonatus, bayi, dan anak-anak hingga usia 19 tahun adalah 10 µg (dalam 0,5 ml suspensi).
Jadwal Imunisasi Primer: Membutuhkan tiga kali suntikan intramuskular. Terdapat dua pilihan jadwal yang direkomendasikan:
Jadwal 0, 1, dan 6 bulan (membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan perlindungan, namun menghasilkan titer antibodi yang lebih tinggi).
Jadwal 0, 1, dan 2 bulan, dengan dosis penguat (booster) pada bulan ke-12 (memberikan perlindungan lebih cepat).
Jadwal Khusus: Untuk pasien penyakit hati kronis (CLD), dosisnya adalah 20 mcg pada hari ke-0, 7, dan 21.
Dosis Penguat (Booster): Dosis penguat tidak direkomendasikan untuk individu sehat yang telah menerima vaksinasi primer secara lengkap.
Metode Pemberian: Disuntikkan secara intramuskular di area deltoid (lengan atas) pada orang dewasa dan anak-anak, atau di paha anterolateral pada neonatus dan bayi kecil. Dalam kasus pengecualian (seperti pada pasien trombositopenia atau gangguan perdarahan), vaksin dapat diberikan secara subkutan. Vaksin sama sekali tidak boleh diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).
Komposisi Vaksin
Zat Aktif: Vaksin ini mengandung antigen permukaan utama virus hepatitis B yang dimurnikan (HBsAg), yang diproduksi dengan teknologi DNA rekombinan pada sel ragi (Saccharomyces cerevisiae). Dosis 20 µg mengandung 20 µg HBsAg, dan dosis 10 µg mengandung 10 µg HBsAg.
Zat Tambahan (Eksipien): Antigen tersebut diadsorpsi pada aluminium hidroksida. Bahan lainnya meliputi natrium klorida, natrium fosfat dihidrat, natrium dihidrogen fosfat, polisorbat 20, dan air untuk injeksi. Pada kemasan multidosis, terdapat tambahan 2-phenoxyethanol sebagai pengawet.
Efek Samping
Umum: Kemerahan, rasa sakit, dan bengkak pada lokasi suntikan.
Jarang: Kelelahan, demam, rasa tidak enak badan, gejala menyerupai flu, pusing, sakit kepala, kesemutan, mual, muntah, diare, sakit perut, hasil tes fungsi hati yang tidak normal, nyeri sendi, nyeri otot, ruam, gatal, dan biduran.
Kontraindikasi
Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada subjek yang diketahui memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap komponen vaksin apa pun.
Vaksin ini juga dikontraindikasikan bagi subjek yang pernah menunjukkan tanda-tanda hipersensitivitas setelah menerima pemberian Engerix-B sebelumnya.
Pemberian vaksinasi harus ditunda pada individu yang sedang menderita penyakit dengan demam akut yang parah (namun infeksi ringan tidak menjadi halangan untuk imunisasi).