Vaksin ini direkomendasikan untuk pencegahan infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis A pada orang dewasa berusia di atas 16 tahun.
Vaksinasi khususnya direkomendasikan untuk individu yang berisiko terpapar virus hepatitis A, seperti: orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan dan bepergian ke daerah endemi , orang yang terpapar secara profesional (petugas tempat penitipan anak, staf pengolahan air dan limbah, pekerja industri makanan/katering) , serta kelompok dengan risiko khusus (pasien hemofilia, penerima transfusi ganda, pengguna obat suntik IV, atau perilaku homoseksual).
Vaksin ini tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi dari jenis virus hepatitis lain atau patogen hati lainnya.
Jadwal Vaksinasi
Dosis: Dosis yang direkomendasikan adalah 0,5 mL untuk setiap suntikan.
Jadwal: Vaksinasi primer dilakukan dengan 1 dosis tunggal, yang kemudian diikuti dengan suntikan ulangan (booster) pada 6 hingga 12 bulan kemudian untuk orang dewasa di atas usia 16 tahun.
Metode Pemberian: Vaksin disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot) untuk meminimalkan reaksi lokal. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah area deltoid (otot lengan atas). Vaksin tidak boleh disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravaskular), area bokong (gluteal), atau secara intradermal. Pada kasus pengecualian (seperti pasien trombositopenia atau rentan mengalami pendarahan), vaksin dapat diberikan secara subkutan.
Komposisi Vaksin
Tiap dosis (0,5 mL) mengandung:
Zat Aktif: Virus hepatitis A yang diinaktivasi oleh formaldehida sebanyak 160 unit antigen. Virus ini dari strain GBM yang dikultur pada sel diploid manusia MRC5.
Zat Tambahan (Eksipien): Aluminium hidroksida (sebanyak 0,3 mg), 2-phenoxyethanol (2,5 µl), formaldehida (12,5 µg), dan medium Hanks 199 hingga 0,5 mL.
Medium Hanks 199 merupakan campuran kompleks yang berisi asam amino, garam mineral, vitamin, dan zat lainnya yang dilarutkan dalam air untuk injeksi. Vaksin juga mengandung asam klorida atau natrium hidroksida untuk menyesuaikan pH.
Efek Samping
Reaksi lokal: Rasa nyeri di area suntikan yang terkadang disertai kemerahan.
Reaksi sistemik: Demam sedang, rasa lelah, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, dan gangguan pencernaan.
Kontraindikasi
Vaksin ini mutlak tidak boleh digunakan apabila pasien memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap salah satu komponen vaksin, atau jika terjadi alergi setelah menerima suntikan sebelumnya.
Jadwal vaksinasi sebaiknya ditunda apabila pasien sedang menderita demam, penyakit akut, atau penyakit kronis yang progresif.