Hotline 0271732122

Verorab

Indikasi

  • Pra-paparan (sebelum terpapar): Vaksin dianjurkan untuk mencegah rabies pada individu yang berisiko tinggi tertular, seperti pegawai laboratorium yang menangani virus rabies, dokter hewan, pemburu, penjaga hutan, serta anak-anak, orang dewasa, dan wisatawan di daerah endemis rabies.

Pasca-paparan (setelah terpapar): Vaksinasi harus segera dimulai setelah individu yakin atau dicurigai terpapar rabies, untuk mencegah kontaminasi.

Jadwal Vaksinasi

  • Vaksin dapat diberikan melalui suntikan intramuskular/IM (0,5 mL) di otot paha (pada bayi/anak) atau deltoid (pada remaja/dewasa), atau secara intradermal/ID (0,1 mL) di lengan atas/depan. Vaksin tidak boleh disuntikkan ke area bokong atau intravaskular (pembuluh darah).
  • Pra-paparan: Diberikan 1 dosis IM (0,5 mL) pada Hari ke-0 (H0), H7, dan H21 atau H28. Dosis penguat (booster) diberikan 1 suntikan pada 1 tahun kemudian, lalu setiap 5 tahun.
  • Pasca-paparan pada individu yang belum diimunisasi: Terdapat beberapa pilihan jadwal:
    • Regimen Essen (IM 0,5 mL): 1 dosis pada H0, H3, H7, H14, dan H28. 
    • Regimen Zagreb (IM 0,5 mL): 2 dosis pada H0 (di 2 tempat berbeda), 1 dosis pada H7, dan 1 dosis pada H21. 
    • Regimen Updated Thai Red Cross (ID 0,1 mL): 2 dosis pada H0, H3, H7, dan H28. 
    • Regimen satu minggu, 4 tempat (ID 0,1 mL): 4 dosis pada H0, H3, dan H7.
  • Pasca-paparan pada individu yang sudah diimunisasi sebelumnya: Menerima satu dosis vaksin secara IM (0,5 mL) atau ID (0,1 mL) pada setiap Hari ke-0 dan Hari ke-3.

Komposisi Vaksin

  • Setelah rekonstitusi, tiap 1 dosis (0,5 mL) mengandung:
    • Komponen Serbuk: Maltosa, 20% larutan albumin manusia, Basal Medium Eagle (campuran garam mineral, vitamin, dekstrosa, dan asam amino), asam hidroklorida dan natrium hidroksida (pengatur pH), serta air untuk injeksi. 

Pelarut: Natrium klorida dan air untuk injeksi.

Efek Samping

  • Adenopati/limfadenopati
  • Nyeri otot (Mialgia)
  • Nyeri di tempat suntikan
  • Demam
  • Tidak enak badan (malaise)

Kontraindikasi

  • Untuk vaksinasi Pra-paparan: Vaksinasi dikontraindikasikan (harus ditunda) jika individu menderita demam yang meningkat, infeksi akut, atau infeksi kronis progresif. Vaksin ini mutlak tidak boleh diberikan kepada individu yang hipersensitif terhadap komponen vaksin, polimiksin B, streptomisin, neomisin, atau yang mengalami reaksi hipersensitif pada pemberian vaksin ini sebelumnya.
  • Untuk vaksinasi Pasca-paparan: Mengingat infeksi rabies pada umumnya berakhir dengan fatal/kematian, tidak ada kontraindikasi untuk pemberian vaksinasi kuratif setelah terpapar rabies, termasuk pada masa kehamilan.